1993-1994.
4 SEKAWAN DEN HARIN, mendapat tugas mendadak ke ACEH. MISSION: inteligent operations WATCH GPK ACEH.
PUMA, JAGUAR, TIGER, JAWS. BRANGKAT DARI JAKARTA, LANGSUNG KE MEDAN PAKAI GARUDA AIRWAYS DAN OPER KE ACEH DG PAKAI PESAWAT KECIL [DAKOTA].
SAMPAI DI SUATU TEMPAT, JAGUAR YG PERTAMA DI SURUH TERJUN.
” DI SINI PAK? KATANYA TURUN DI BANDARA?”
“TAK USAH BANYAK TANYA AYO TERJUN!”
“TAPI, KAN GELAP PAK? LAGIAN INI KAN MALAM?”
PENGAWAS OPERASI SAAT ITU JADI JENGKEL, LALU………
“CEPAT TURUN ATAU KU TEMBAK KAU!” SERUNYA SAMBIL MENCABUT PISTOLNYA.
JAGUAR LIHAT ITU LALU TANPA DI PERINTAH LAGI LANGSUNG TERJUN. TIGA ORANG KAWANNYA PADA MELOTOT MELIHAT PENGAWAS ITU MARAH2.
“KALIAN JUGA ATAU SEKALIAN KU TEMBAK!” MAKINYA.
TAK AYAL LAGI, TIGA ORANG DEN HARIN YG BELAKANGAN ITUPUN JUGA BEREBUT LONCAT DARI PESAWAT.
BEGITULAH , KE EMPAT JAGOAN DEN HARIN DG PENUH KEONARAN , TERJUN DI ENTAH MANA NANTI MEREKA SAMPAI.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN, DI TENGAH HUTAN BELANTARA, DUA PASANG MATA TAMPAK SALING MENGAWASI. “HUUUUK HUUUUK , KWOKK KWOKKK. TULIILIIT2″. TERDENGAR SUARA TIRUKAN BUNYI BINATANG. “NGUIKK ….NGGUUUKKK!”, SAHUT SEPASANG MATA LAGI DI TEMPAT AGAK JAUH.
“JAGUAR DI SANA, AYO KITA DEKATI !” KATA JAWS KEPADA TIGER SAMBIL BERANJAK. “EH? PUMA MANA? KOQ TIDAK MENYAHUT?”
“HoooIIIIII, GWE DI SINIIIIII !!!”
“SSSSSSSSssssssstttttttt!!!” “Brisik luh! Sialan!, treak2 keras banget??!!” seru Falcon kaget.
“Biarin !!! Cepat turunin gwe nih!!! Kecantol, lama gini abis deh gwe kagak bisa kencing ntar!!!.
“Sialan! turun sndiri knapa?”
“Bantu donk! aku tak bisa lihat talinya ini nyatol di mana nih!”
Akhirnya, Puma dapat turun juga. Berempat mereka, berembug, menilai situasi setempat.
“Dimana kita nih?” “Komandan bego! Turunin kita sembarangan aja, tak kasih tahu ini di mana”.
“Tadi kan udah di bilang kita di turunin sekitar 50 km di Timur laut Bireun? Itu kan wilayah Aceh?”
” Iya tapi betul nggak nih? Ini kan malam gelap lagi, ntar kita di bohongin, turun di pulau terpencil, mampus deh kita, tuh komandan Pengawas sentimen banget ama gwe”.
“Mudah-mudahan kalaupun kliru kita, di terjunkan di Batam, atau di Singapur nih. Asyik kan? Besok kita jalan2 ke Night Club, n cari Cewe”.
“Ya berdoa saja deh, saat ini yg bisa kita lakukan hanyalah sleeping, besok mulai kerja berat, atau malah santai, week end.”
Esok harinya, matahari mulai terbit dan meninggi.
“Mana si Jaws?” Koq tak kelihatan juga? Brengsek, jangan2 dapat gacoan tuh anak, kita di sini, pada karatan semua nungguin dia”.
“Lihat dia datang!, Panjang umur juga tuh!” ” Hoyyy!!!!, gimana???”
“Payah!!!, benar2 Aceh nih dan, hampir pelosok sungguhan. Untung ada orang utas, ku temui, dan , ampun deh, hampir aku tak paham bahasanya. Ia kurang paham bahasa Indonesia”.
“Yaaaaaaaaaaaaaaaaaa???” Koor bareng Anggota2 Den Harin lainnya kecewa.
Kisah 2 : Aceh th. 1993 Awas ada Palasik !.
Mungkin di jaman modern seperti sekarang ini cerita tentang hantu dan mistik, hanya sekedar cerita namun apa yang dialami oleh para anggota pasukan khususnya Jendral Moerdhani yang ini benar2 merupakan suatu pengalaman yang mungkin tidak akan pernah terlupakan seumur hidup.
Saat itu empat orang dari anggota Genk Hijau yakni; Jaws, Tiger, Jaguar (Bobby), dan Puma ditugaskan untuk melakukan tugas intelligen di NAD ( Aceh sekarang ). Guna mengetahui dan menyelidiki semua hal tentang Gerakan Pengacau Keamanan (GAM & GSA) yang kita kenal saat ini. Agar dapat dipakai untuk membuat suatu planning / treatment yang tepat dari dasar diagnosa yang tepat pula untuk membuat wilayah Aceh menjadi wilayah yang aman dan damai hingga DOM tidak diperlukan lagi disana. Maklumlah bagi negara hal itu juga merupakan pemborosan biaya dan anggaran Negara.
Karena dalam tugas ini mereka diharuskan untuk tidak diketahui identitas dan penyamaran mereka Oleh siapapun juga bahkan oleh sesama pasukan TNI sekalipun, maka mereka juga terpaksa harus main kucing – kucingan dengan pasukan TNI kita, karena juga sempat dicurigai sebagai anggota GPK. Suatu malam, di pinggir sebuah desa, waktu itu malam agak gelap. Ketika mereka berada di areal yang agak terpencil, tanpa sengaja mereka menemukan dua sosok tubuh tanpa kepala bersandar di rerimbunan pohon. Kontan mereka kaget, dan awal mulanya mereka kira itu adalah mayat, namun si Jaguar, menyarankan untuk memeriksa denyut nadi dari pergelangan tangan tubuh 2 tanpa kepala tsb. Dan barulah mereka tahu bahwa tubuh tanpa kepala itu masih hidup, dan masih hangat. Tahulah mereka bahwa itu adalah para penganut ilmu Palasik.
Awalnya tubuh2 itu akan dimusnahkan sekalian, tapi oleh Jaguar menyarankan agar rekan2nya membiarkan sebab khawatir kalau kepala Palasik itu nanti kalau tidak mati malah akan tambah bikin masalah kepada penduduk desa, atau kalau mereka terlambat menjauh, mungkin malah akan ketemu dengan kepala Palasik itu yang akan kembali ke badan mereka.
Lalu apa yang diperbuat oleh anggota pasukan ini selanjutnya ? Oleh Jaguar, ia menulis sesuatu diatas secarik kertas dan ia ikatkan di tangan tubuh tanpa kepala itu. Rupanya Palasik itu di beri pesan tertulis, bahwa mereka ditemukan dan masih diberi ampunan, serta diminta untuk tidak mengganggu / memangsa / mengambil korban siapapun juga walau mereka tidak membuang ilmu mereka itu. Luar biasa bukan ? Dan setelah itu anggota pasukan ini segera pergi meninggalkan tempat itu. Dan sebenarnya pula dengan hati yang deg – degan. Maklum… bukan dukun sih.
Kisah 3 : Aceh th. 1993 Ular Biludak dan Belati, mana yang lebih Cepat?
Beberapa hari kemudian di sebuah desa di pinggir sungai sehabis mandi dan mengambil air minum, dan disitu beberapa orang penduduk desa dan anak2 sedang mencuci dan mandi pula.
Lalu ada seorang anak yang berdiri agak dekat dengan si Jaguar kira2 8 s.d 11 meter jauhnya. Sedangkan Jaguar telah berpakaian lengkap dan ia masih bawa pistol juga (tersembunyi). Tapi tiba2 si Jaguar ini mendadak berubah wajah menjadi beringas, dan ia mengeluarkan sebuah belati yang ia selipkan di pinggangnya, dan ia lemparkan kearah anak kecil itu diantara kedua kaki nya. Kontan banyak orang yang melihat jadi kaget dan ada yang berteriak.
Namun beberapa saat kemudian barulah mereka lega setelah tahu bahwa yang jadi sasaran pisau itu bukanlah anak kecil tersebut namun seekor ular Biludak yang berada dibelakang anak itu dan yang hampir saja memagut anak kecil itu, dan telah berdiri kepalanya .
Jaguar bilang, peluru pistol memang lebih cepat, namun ia berdiri hampir segaris dengan ular dan anak itu. Kalau ia tembak pasti anak itu akan terkena juga sebab kemungkinan ia akan bergerak kaget bila Jaguar bidikkan pistol. Sedang pisaunya dapat ia lepaskan tanpa anak itu sempat sadar, dan Jaguar ini adalah orang yang ahli dalam bidang lempar belati karena ia dapat melempar belati tepat kena sasaran dengan sistim pantulan ( Lemparan L).
to be continued……