Tak perlu Sok Alim [ My Opinion [1] copy.friendster]

Yg ku tulis ini melengkapi tulisan2ku sebelum ini, Dlm weblog ini. Yaitu smua hal mngenai prinsip2 pribadiku, dlm kehidupan Dunia n Religi aku. Namun ini bukanlah suatu ajaran tertentu.

Dlm surat2ku kpd Meutya Hafid, tawpun kisah2ku dgnya, diantaranya ada kutulis di situ, bahwa aku melakukan sex pranikah [ zina ] dg Meutya Hafid, skalipun itu menggunakan badan halusku [ilmu gaib].

Why aku mau melakukan itu? Bukankah apapun alasanku, aku ini akan terbukti, orang yg buruk, dzalim, kotor dlsb? Dan tak pantas untuk di hargai, n bukan orang yg taat, alim n sholeh? Jawabku: Y A !

But, Anda smua harus mau akui kenyataan bahwa :

1. Aku ini bukanlah orang yg munafik, sok alim, sok sholeh, sok taat .

2.Aku ini tidak peduli, apakah orang lain katakan aku ini orang yg baik/buruk, atau katakan aku ini orang yg tidak menjaga nama baik aku sndiri. Bcause, aku ini memang hanyalah gembel miskin n aku tidak peduli dg smua omong kosong itu, toh aku ini bukanlah ulama, ustad, kyai, waliyullah ataupun Nabi.

3. Dan Hal itu [zina] tidak menjadi kebiasaanku. Bgitu banyak aku ini pernah punya pacar, tapi aku ini hanya pernah lakukan sex itu hanya dengan 2 orang yaitu: Istriku sendiri Sri Andriarsi [skarang tlah cerai], dan juga Meutya Hafid.

4. Bahwa zina yg aku lakukan dg Meutya Hafid itu, skalipun ada ujud dhahir dari badan halusku namun , masih tergolong SIRR saja. Dg kata lain baru tahap angan / imaginasi, dan itu setahu aku termasuk Makruh saja hukumnya.

5.aku sndiri memang MAU juga koq, melakukan SEX pra nikah, dg cewe2 tapi HANYA kpd orang2 yg aku benar2 Cintai, n Ia juga MEncintaiku. Namun ia juga mau kami sgera MENIKAH. Namun hal ini prakteknya/dlm kenyataannya seperti no.3 diatas, yaitu: AKU TIDAK LAKUKAN ITU kecuali dg Andri [istriku], n Meutya Hafid [yg skarang juga jadi istriku].

6. Soal aku n Tya itu sudah pernah lakukan ber HAJI, bagiku itu urusan ibadah kami kepada TUHAN, bukan untuk urusan Duniawi, n soal zina itu, boleh jadi, sbab aku ini tak mau takabur, sok alim, n sok suci [ bisa khilaf ], namun juga kukatakan bahwa hal itu memang SALAH. Dan SEX itu kan urusan Syahwat bukan urusan Ibadah.

6. JAdi Jelaskan? aku ini tak mau munafik, namun bgitu, aku ini tak pernah mau melakukan perzinaan trus2an [apalagi dg pelacur2], lakukan kejahatan kriminal [perampokan, pencurian, penipuan, judi, mabok2an, penyelundupan dlsb]. Tapi kalau pembunuhan, khusus bagi aku, tidak dianggap sebagai suatu tindakan Kriminal, sbab, aku ini anggota Den Harin yg punya kwenangan khusus n istimewa soal itu, yaitu: Memiliki, kebebasan untuk melakukan pembunuhan di saat perlu.

7. Ak ini juga brpendapat bhw ber HAJI, itu sama saja tingkatnya dg, Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Infaq, Sodaqoh, Tak perlu, pakai Titel Haji/Hajjah, setelah pulang dari Ber HAJi itu, mencontoh dari Nabi Muhammad & keluarga serta Handai Taulan Beliau, n Para Sahabat beliau yg juga tidak pakai Titel Haji/Hajjah padahal telah berulangkali laksanakan Ibadah HAJI itu.

8.Lalu bagaimana bila aku in ketemu Meutya Hafid itu nanti? Apa jug akan lakukan SEX? Bagiku sbnarnya itu sah2 aja setelah aku ini telah nikah Batin/Gaib dulu itu, sbab itu sama dg nikah Sirri, namun tak punya surat2 Nikah dan itu terserah Meutya Hafid itu saja, kalau dia mau ya sukur, aku kan malah senang. Soalnya kalau ia minta mengulang lagi nkah Sirri atau nikah resmi sekalian [di KUA] dulu, itupun aku juga lebih senang lagi.

* Semua hal di atas adalah prinsip2 aku untuk diriku sndiri n untuk orang2 yg langsung berhubungan dg urusan aku yg itu saja, yaitu istri2 ku itu. Kalau orang lain ikutan pakai, itu bukan urusanku dan aku tidak mau dipersalahkan, n resiko tanggung sendiri. namun bagi para anggota Kopral Indonesia, masih mau sejalan dg ku soal urusan KERUKUNAN BERAGAMA, BERBUAT KEBAJIKAN & AMAL SHOLEH, BerBANGSA & BerNEGARA yg BAIK & BENAR, aku benar2 sukuri itu.

Bobby Meidianto [JAGUAR]. SOLO.

MESSAGE 4 PANJI ARDHANARESPATI, SOLO, FROM BOBBY.

TITIPAN DARI AYAHMU.

Bwat: Panji Ardhanarespati.

Dear Panji, Bapak tak bisa kirim langsung via Pos soalnya kadang Bapak pikir percuma bila oleh Ibumu suratku ini tak ia sampaikan Padamu. Namun untuk kirim e-mail pun, Bapak sekarang tidak ngerti apa e-mail addressmu. Hanya dengan cara inilah Bapak berharap ini dapat kau baca sewaktu2, ataupun ada temanmu yg mau sampaikan ini padamu.

Bapak susah juga sih sbab stlah Dulu Bapak ini Ibumu usir dari Panularan itu, tak bisa ketemu kamu, dan saat ktemu kamu di Kemlayan kemarin dulu, Bapak saking, sedihnya sampai tak bisa kasih tahu apa2 yg mungkin bisa kamu manfaatkan. Bapak tahu kamu ini udah selesai Ujian Akhir SMA kan?, Lalu Bapak dengar kamu, akhir2 ini isi waktu luang kamu dg Latihan PMR.

Itu bagus n bapak juga snang, lalu latihan Band kamu gimana? Masih jalan? Trus, apa rencanamu stlah Lulus dan trima ijasah nanti? Mau masuk PT, apa jadi mau masuk Akmil? ataukah mau langsung kerja dulu? Atau mau jadiin band kamu jadi hebat n go publik? Kalau mau masuk PT/universitas, juga bagus, skalipun bapak n Ibumu tak punya uang, namun sbaiknya bicarakan dulu ama Ibumu, hanya Bapak dengar kalau Ibumu, suruh kau cari biaya sendiri, itu sbenarnya bikin Bapak tambah jengkel, sebab, dulu Bapak ini malah ia usir, dan jadikan kau dan adikmu Dhana tambah susah, tak bisa dapatkan rejeki yang lebih banyak. Itu masih saja tidak ia pahami.

Hanya pesan Bapak kalau dpt PMDK, jangan sampai tidak kau terima, dan tidak kau jalani. Perkara uang biayanya, tuntut Ibumu itu, dan juga nanti Bapak usahakan agar kamu dapatkan biaya kuliah itu. Tapi kalau tidak dpat PMDK, kamu pertimbangkan baik2 dulu, sbab toh kuliah / belajar itu bisa kapan saja asal masih punya kemauan. Lain halnya kalau dpat PMDK, sebab, tahun2 berikutnya kau takkan dapatkan lagi PMDK itu. Jadi kalau tdk dapat PMDK, kau bisa pertimbangkan untuk bekerja dulu baik di Negri maupun swasta, namun sperti Saran bapak dulu, kau bisa daftar ke Akmil, itu sudah sama dengan D1 / D2, malah lebih lengkap dan kau bisa dapat gaji setelah lulus kan? Dengan pangkat Letnan lagi. Kece ga’?.

Tapi kalau masih gagal test ini masih bisa kau ulang sampai di terima, kalau tidak kliru sampai 4 x kesempatan di hitung dari usia. Dan itu kamu masih bisa cari uang dari main Band kan kalau kamu masih menunggu pendaftaran, atau menunggu kesempatan mengulang bila ada kegagalan. Tak usah, spanning, atau ngoyo, pasrahkan saja kepada Tuhan mana yang terbaik untuk mu. Namun tetaplah berusaha.

Lalu soal Uang, Bapakmu ini terus terang saja di bilang bisa kasih kamu ya bisa di bilang tidak ya tidak, sebab , Bapak hanya bisa andalkan Yayasan yang Bapak pimpin, dan itu, sampai sekarangpun Bapak tak pakai uang2 itu untuk kepentingan pribadi Bapak, sekalipun ada.

Itu janganlah kau anggap aku ini tidak mau pikirkan kepentinganmu dan kepentingan adikmu, sebab itu uang bukanlah milik pribadi Bapakmu dan tidak akan Bapak pakai sendiri hak Bapak di situ, kalau tidak Bapakmu ini benar2 telah memiliki 7 an yg pasti, harus apa dan bagaimana.

Begitu juga untuk menikah lagi pun bapak ini tak mau langsung Bapak ini, putuskan untuk mengurus surat cerai yang di minta Ibumu itu, sebab Bapak masih tanda tanya dengan calon istri Bapak itu. Oh ya, aku mau minta maaf padamu soal itu. Tak ajak kau musyawarah dulu, namun Bapak sudah katakan ama Ibumu (calon) yg baru itu (Meutya Hafid) dan juga pada Ibumu sndiri, bahwa kalau Bapak sudah jadi menikah dengan Meutya, Kamu Panji, serta Dhana dan Ibumu itu, masih Bapak inginkan untuk mau dan bisa hidup tinggal serumah dengan Bapak nantinya, agar, semua hal yg belum bisa Bapak berikan selama ini padamu dan pada adik serta Ibumu, dapat Bapak penuhi, skalipun Bapak dan Ibumu (Sri Andriarsi) telah cerai, tapi dengan catatan, Ibumu itu harus mau putuskan hubungan dengan semua adik2nya. Bapak tak mau rumah tangga Bapak mereka kacaukan lagi.

Lalu bapak minta kamu bersabar ya? aku memang sprti orang linglung benar akhir2 ini, namun kau jangan kawatir, serahkan semua urusan kepada Tuhan, nanti akan ada jalan lain yang lebih bagus. Udah ya, Salam sayangku untukmu.

Dari Bapakmu,

Bobby Meidianto / Hasan Madinah.

(Di tulis oleh: Arifin).