MESSAGE 4 PANJI ARDHANARESPATI, SOLO, FROM BOBBY.

TITIPAN DARI AYAHMU.

Bwat: Panji Ardhanarespati.

Dear Panji, Bapak tak bisa kirim langsung via Pos soalnya kadang Bapak pikir percuma bila oleh Ibumu suratku ini tak ia sampaikan Padamu. Namun untuk kirim e-mail pun, Bapak sekarang tidak ngerti apa e-mail addressmu. Hanya dengan cara inilah Bapak berharap ini dapat kau baca sewaktu2, ataupun ada temanmu yg mau sampaikan ini padamu.

Bapak susah juga sih sbab stlah Dulu Bapak ini Ibumu usir dari Panularan itu, tak bisa ketemu kamu, dan saat ktemu kamu di Kemlayan kemarin dulu, Bapak saking, sedihnya sampai tak bisa kasih tahu apa2 yg mungkin bisa kamu manfaatkan. Bapak tahu kamu ini udah selesai Ujian Akhir SMA kan?, Lalu Bapak dengar kamu, akhir2 ini isi waktu luang kamu dg Latihan PMR.

Itu bagus n bapak juga snang, lalu latihan Band kamu gimana? Masih jalan? Trus, apa rencanamu stlah Lulus dan trima ijasah nanti? Mau masuk PT, apa jadi mau masuk Akmil? ataukah mau langsung kerja dulu? Atau mau jadiin band kamu jadi hebat n go publik? Kalau mau masuk PT/universitas, juga bagus, skalipun bapak n Ibumu tak punya uang, namun sbaiknya bicarakan dulu ama Ibumu, hanya Bapak dengar kalau Ibumu, suruh kau cari biaya sendiri, itu sbenarnya bikin Bapak tambah jengkel, sebab, dulu Bapak ini malah ia usir, dan jadikan kau dan adikmu Dhana tambah susah, tak bisa dapatkan rejeki yang lebih banyak. Itu masih saja tidak ia pahami.

Hanya pesan Bapak kalau dpt PMDK, jangan sampai tidak kau terima, dan tidak kau jalani. Perkara uang biayanya, tuntut Ibumu itu, dan juga nanti Bapak usahakan agar kamu dapatkan biaya kuliah itu. Tapi kalau tidak dpat PMDK, kamu pertimbangkan baik2 dulu, sbab toh kuliah / belajar itu bisa kapan saja asal masih punya kemauan. Lain halnya kalau dpat PMDK, sebab, tahun2 berikutnya kau takkan dapatkan lagi PMDK itu. Jadi kalau tdk dapat PMDK, kau bisa pertimbangkan untuk bekerja dulu baik di Negri maupun swasta, namun sperti Saran bapak dulu, kau bisa daftar ke Akmil, itu sudah sama dengan D1 / D2, malah lebih lengkap dan kau bisa dapat gaji setelah lulus kan? Dengan pangkat Letnan lagi. Kece ga’?.

Tapi kalau masih gagal test ini masih bisa kau ulang sampai di terima, kalau tidak kliru sampai 4 x kesempatan di hitung dari usia. Dan itu kamu masih bisa cari uang dari main Band kan kalau kamu masih menunggu pendaftaran, atau menunggu kesempatan mengulang bila ada kegagalan. Tak usah, spanning, atau ngoyo, pasrahkan saja kepada Tuhan mana yang terbaik untuk mu. Namun tetaplah berusaha.

Lalu soal Uang, Bapakmu ini terus terang saja di bilang bisa kasih kamu ya bisa di bilang tidak ya tidak, sebab , Bapak hanya bisa andalkan Yayasan yang Bapak pimpin, dan itu, sampai sekarangpun Bapak tak pakai uang2 itu untuk kepentingan pribadi Bapak, sekalipun ada.

Itu janganlah kau anggap aku ini tidak mau pikirkan kepentinganmu dan kepentingan adikmu, sebab itu uang bukanlah milik pribadi Bapakmu dan tidak akan Bapak pakai sendiri hak Bapak di situ, kalau tidak Bapakmu ini benar2 telah memiliki 7 an yg pasti, harus apa dan bagaimana.

Begitu juga untuk menikah lagi pun bapak ini tak mau langsung Bapak ini, putuskan untuk mengurus surat cerai yang di minta Ibumu itu, sebab Bapak masih tanda tanya dengan calon istri Bapak itu. Oh ya, aku mau minta maaf padamu soal itu. Tak ajak kau musyawarah dulu, namun Bapak sudah katakan ama Ibumu (calon) yg baru itu (Meutya Hafid) dan juga pada Ibumu sndiri, bahwa kalau Bapak sudah jadi menikah dengan Meutya, Kamu Panji, serta Dhana dan Ibumu itu, masih Bapak inginkan untuk mau dan bisa hidup tinggal serumah dengan Bapak nantinya, agar, semua hal yg belum bisa Bapak berikan selama ini padamu dan pada adik serta Ibumu, dapat Bapak penuhi, skalipun Bapak dan Ibumu (Sri Andriarsi) telah cerai, tapi dengan catatan, Ibumu itu harus mau putuskan hubungan dengan semua adik2nya. Bapak tak mau rumah tangga Bapak mereka kacaukan lagi.

Lalu bapak minta kamu bersabar ya? aku memang sprti orang linglung benar akhir2 ini, namun kau jangan kawatir, serahkan semua urusan kepada Tuhan, nanti akan ada jalan lain yang lebih bagus. Udah ya, Salam sayangku untukmu.

Dari Bapakmu,

Bobby Meidianto / Hasan Madinah.

(Di tulis oleh: Arifin).

THIWUL MAKANAN RAKYAT TER-POPULER.

Baru2 ini kami pernah tulis di sebuah website, soal Mas Bobby “Jaguar” yang lagi dongkol, lalu omelin banyak orang di Pasar kembang Solo, gara2 pas beli thiwul ia di hina dan di ejek orang2 di situ, soal makanan yang ia beli itu. Ia di bilang Tiru-tiru in Presiden Soeharto, ikutan makan Thiwul, peh keluarga Bu Tien Soeharto dan pernah jadi Pengawal Presiden Soeharto. Lalu apa yang ia katakan saat ia mendongkol itu? Memangnya aneh aku makan thiwul? kalian sendiri sering makan thiwul untuk apa? kok tiru-tiru Presiden Soeharto? Kan ndoro Kalian si Megawati? Bukan pak Harto? lha wong thiwul itu makanan rakyat khas Solo yang paling populer dan banyak penggemarnya koq pada ribut? Apa kalau kalian makan thiwul terus kalian jadi bature Pak Harto? Kami yang mendengar itu langsung ketawa geli,apalagi saat melihat muka orang2 yang di semprot mas Bobby itu pada merah padam karena Malu.

Atas hal itu pula kami juga ingat bahwa Pak Suharyadi pas datang ke Solo juga bicarakan soal pohong [ singkong ] untuk hadiah kejutan bagi walikota Solo saat itu [Slamet Suryanto] yg nota bene adalah kakak kelas Mas Bobby dari SMPS Solo, atas usulan mas Bobby juga sempat bilang kalau soal Pak Harto kirim bantuan pangan ke Irja tempo dulu berupa thiwul, itu bukan sebab menghina tapi atas dasar observasi dan penyelidikan Mas Bobby dkk, karena Masyarakat tertentu yg dapat bantuan Thiwul itu memang tidak/kurang menyenangi beras.

Dan Mereka juga kesulitan untuk mendapatkan bahan yang bisa mereka pakai untuk bikin itu. maklumlah orang-orang dari Wonogiri dan Gunung Kidul yang masih terbelakang dulunya.

ha.hahaha..haaa kalah diplomatis omongannya ama mas Bobby ya?

Sabar mas Bobby, kalau memang jodoh Meutya takkan kemana.

Pertama kali saya mengenal Mas Bobby dulu tahun 2001 atau 2002 saat ia ke rumah Pak Dr. H. Supana yang tinggalnya juga di Pelembak. Awalnya saya tidak tahu kalau ia itu kemenakan Dr. Supana itu. Seingat saya, saat Dr. Supana itu pindah ke Pelembak Ampenan, ia tidak ada kemenakan yang ikut tinggal di situ tahun 1999 itu, namun baru saya ketahui saat itu dari pembantu rumah saya yang tinggalnya lebih dekat ternyata memang Mas Bobby itu pernah tinggal di sana sebelumnya.

Waktu itu Mas Bobby itu disuruh antarin surat ke rumah saya, dan ia  tidak katakan apapun. Tapi saya dapat laporan dari pembantu kami itu, bahwa Mas Bobby itu hampir tiap hari, selalu pergi ke sawah dan kebun milik orang-orang dan tahu apa yang ia lakukan? Ia mencari sisuk atau siput { keong mas, keong sawah } dan juga kadang belalang, serta tengkung atau jamur entah jamur apa saja yang ia cari dan itu ia masak untuk lauk pauknya kalau ia makan.

Sungguh saya tidak habis berpikir, saya kira ia itu asli dari desa di Jawa, namun ternyata ia benar-benar asli anak kota? Bahkan dari keluarga terpandang? Saya baru tahu juga bahwa Dr. Supana itu putra bungsu dari KRMT Sutonegoro kakek Mas Bobby yang pernah jadi Bupati Klaten. Namun selebihnya saya malahan kagum akan hal itu, sekalipun banyak juga yang katakan ia itu orang miring otaknya. Dan ternyata kekaguman saya itu benar-benar tak salah. Malahan saya mendapat banyak cerita dari mantan Gubernur NTB Bapak Warsito dan juga dari Gubernur penggantinya yaitu Bapak HArun Al Rasyid, tentang ┬áMas Bobby itu. Juga Lalu Sudiatna dari Cakranegara dan Lalu Mustofa yang sering datang mengunjungi kami pun juga sering bercerita tentang dirinya. Tanpa sengaja berkenalan dengan Seorang Petugas Pabean bernama Supriyono, yang lalu mengatakan kalau saya mau bisa kontak melalui e-mail ke teman-teman Mas Bobby ” JAguar ” di Solo yang bisa sampaikan kepada Mas Bobby. Hingga akhirnya saya bisa sesekali komunikasi melalui e-mail koresponden dengannya. Sungguh heran saya, karena banyak masukkan maupun pertanyaan darinya mulai seputar profesi kedokteran maupun tentang terapy dan obat-obatan itu selayaknya teman kuliah saja, bisa berimbang dan saling mengisi, hingga kekaguman saya bertambah dan saya berpikir, jangan-jangan sebenarnya Mas Bobby itu pernah atau sedang kuliah kedokteran, namun kok tidak pernah masuk kuliah, sedangkan ia juga tidak praktik koas di RS tempat Dr. Supana bertugas. Teraskhir kami di kejutkan dengan berita kalau mas Bobby itu bunuh diri, namun kami bersyukur puji Tuhan, bahwa Mas Bobby itu selamat walaupun sunguh amat sangat tidak masuk akal. Namun membaca dari website signalizer2001 dan kopral indonesia kami yakin , Tuhanlah yang telah merencanakan itu semua, sebab kalau tidak mengapa sejak kecil Mas Bobby itu di beri banyak kelebihan di banding yang lain.

Tak bisa katakan yang lain, saya dan suami hanya bisa ucapkan, sabar Mas Boby, kalau memang jodoh anda takkan kemana kok Meutya Hafid itu. Ia pasti akan datang kepada anda, sekalipun secara pribadi benar juga kalau anda itu lalu jadi berang ataupun putus asa, sebab banyak hal telah anda lakukan dan itu semua amat vital baginya. Pembebasan dirinya dari penyanderaan, pengawalan serta perlindungan terhadap dirinya dari serangan teroris, serta penjualan buku-buku yang ia terbitkan itu dengan bantuan orang-orang Komando Payung Rasul Indonesia yang mau dengan suka rela membeli buku-buku Meutya Hafid atas saran UUN dan atau Bapak Suharyadi itu sungguh bukan suatu hal yang bisa ia remehkan dan ia lecehkan begitu saja.

Entah berapa besar omzet penjualan yang terjadi setelah bulan Nopember 2007 lalu itu hingga saat ini oleh sebab hal itu, mestinya ia pikir juga. namun yah itu kembali pada dirinya dalam arti pribadi ia yang sebenarnya itu bagaimana. Kalau memang ia itu hanyalah seorang yang egois, sombong, congkak, tinggi hati memang akan malah mencemooh anda dan tidak tahu terima kasih.

Baik ya, lain kali kita sambung lagi.

Dr. Lilin, Pelembak Ampenan