Harimurti ingat ini?

Suatu hari, di dekat Sasmaya, jl. Dr. Rajiman Solo, di tengah keramaian Pedagang di luar Pasar Kadipolo saat itu [th.2006], seorang lelaki sedang duduk mengelosot di emper ruko, dekat dealer Kumpul Jaya. Ia sedang membacakan sebuah komik kepada anaknya yang baru berumur, sekitar 4 tahun. Tiba2 ada seorang pemuda, berbadan tinggi, berbaju abu2 dan memakai topi laken, mendekati orang itu. Ia lalu bertanya pada orang yang bersama anak kecil itu. ” Pak rumahmu di mana?” Lalu dijawab orang itu ” Rumah saya di sini “. Dengan sinis pemuda itu, lalu mengucapi orang itu, “Oh, rumahmu di sini?” katanya sambil tangannya seakan menepuk kepala orang itu, tapi tidak kena. Orang itu agak berang lalu ia memaki, ” Eling2 tempike lonthe Megawati, kenthire nemen, sing pejabat apa sing kere mlarat pada wae kabeh! Yen ga nyerikake aku ga marem!” [Ingat2, “itunya” Megawati, sinting benar, yang miskin maupun pejabat sama saja, kalau tidak bikin aku berang tidak puas]. lalu pemuda itu tersipu malu kali, dan kemudian duduk di dealer itu dan ngobrol sebentar dengan karyawan dealer itu, lalu sbntar kemudian pergi. Bebearap orang mebicarakan dan menghina orang yang punya anak itu, namun tiba2 orang itu entah saking jengkelnya dia berteriak : Hey, kalian sudah sinting kan? Sudah kebiasaan kalian bikin aku jengkel kan? Tahu orang itu tadi? Silit kirik [Dubur anjing] tadi itu, anaknya SBY yang mbarep si Agus Harimurti, aku ngerti dia di suruh ayahnya temuin aku untuk kasihkan surat namun dia itu tadi bukannya omong baik2 malah menghina aku. Emangnya aku ini takut apa lawan dia dan lawan Bapaknya?” Dan orang2 di situ terdiam semua dan seperti menyesal. Dalam waktu tiga hari ini mereka kaget dan heran, karena tiga hari sebelumnya, Megawati juga di maki2 di kartopuran deka tempat itu juga dan rombongan Megawati, lalu lewat di situ pelan2, namun orang itu [Bobby Medianto/Jaguar] tidak acuhkan rombongan yang lewat itu sekalipun sebelumnya bilang pada orang2 di situ , “tuh ndoromu mau lewat”, saat sirine Patwal di bunyikan sekitar 70 meter dari situ. Kami lihat kejadian itu dan masih ingat dan Mas Bobby sendiri mungkin lupa karena tak pernah singgung lagi soal itu. Saat itu kami sedang menjemput istri yang lagi belanja di situ.

Witono, Korem 074.

%d bloggers like this: