Boikotnya yang sungguh2 Donk!

Kami sarankan Boikotnya yang sungguh2, dan soal Meutya Hafid boleh saja nanti seminggu2 lagi, namun tolong kalau perlu, Dari Metro TV, baik reporter maupun Kruw Siarannya, begitu datang mau meliput dimana saja di tempat2 kita, dan juga atau mau beli makanan atau minuman di warung2 rekan2 Kopral Indonesia, dan ataupun mau apa saja mereka datangi kita, nanti benar2 kita usir dan kita gantiin permalukan mereka, dan bagi yang cowok Termasuk khussnya orang2 DPP Hanura dan juga Budianto Kameramen Metro TV dan juga Agus Isro Miroj itu, kalau mereka marah kita hajar saja, sampai babak belur, nanti kepolisian kawan2 kita akan bebasin kita kalau kita di laporkan koq. Itu yakin dan pasti. Dan kalau mereka melawan, maka dapat kita laporkan dan mereka akan kena perkara dan di sel kan?

Asik deh pokoknya.

Wuryani, Mulyadi, Purwanto, Gandos, Eko Kcik, Kelik, Nanang, dll. kelompok Klender.

HANCURNYA PRINCES Of Journalistic : MEUTYA HAFID.

Agaknya suatu pertanyaan, ketika saya baca semua literatur, tentang Meutya Hafid yang ada dalam Blog ini maupun dari Friendster Blog nya Bobby Meidianto.

Mengapa Meutya Hafid yang terkenal Alim, dan Cerdas, dan memiliki segudang pengalaman sebagai Reporter, BIsa begitu Bodoh?

Orang lain yang paling Bodohpun takkan mau begitu saja di bodohin dan di tipu oleh seseorang, kalau tidak karena pengaruh Black Magic. Namun kali ini, benar2 satu kegoblogan apabila, Meutya Hafid, yang terkenal itu dan uga memiliki pendidikan begitu Tinggi, bisa begitu saja di tipu oleh banyak orang, termasuk si LICIK dan si Culas, BUDIANTO & AGUS ISRO MIROJ CS, yang Nota bene benar2 amat sangat Memuakkan dan Menjijikkan itu.

Mengapa saya juga mau ikutan menyerang Mereka dan Meutya Hafid? Pertanyaan tolol itu takkan anda lontarkan apabila anda membaca sendiri kumpulan surat2 yang telah dikirimkan kepada Bobby Meidianto Hasan Madinah itu dari Kelompok mereka, berikut : FOTO2 BUGIL DAN ADEGAN SEX MEREKA, yg telah kami periksa kemungkinan kecil itu PALSU, Des, di sini tersangka Cewe nya Hanyalah Meutya Hafid Seorang, yang ada dalam foto2 itu sedang bermesraan/bersenggama dengan, beberpa orang pria dlm foto2 yang berbeda-beda. Kami masih menyimpan foto2 itu, dan malah kami dengar dari teman2 di Solo, Mereka tidak lagi menyimpan itu, sebab, kawatir, malah tambah melukai perasaan Mas Bobby Meidianto si Jaguar itu.

Pantaskah itu, di lakukan oleh orang2 yang selama ini di kenal sebagai tokoh terpelajar dan berpendidikan? Amat sangat pantas sekali bila, kemudian, orang tua Meutya Hafid itu, mengusir Bobby Meidianto hasan Madinah, bila, Agus Isro Miroj CS termasuk SBY itu, benar2 telah melakukan hal itu dan menjadikan rumah Meutya Hafid sebagai rumah Bordil dan tempat Maksiat.

Juga informasi dari banyak rekan tentang sering keluar masuknya Meutya Hafid ke Hotel2 bersama pria2 yang tidak ada hubungan kerja dan ataupun 99% biarpun dalam hubungan kerja namun mereka itu benar2 pantas untuk di curigai.

Kami memang akan banyak melakukan operasi pekat untuk menciduk banyak orang di hotelk2 yang kami curigai di pakai maksiat itu, dan smoga saja kami dapat memergoki Meutya Hafid dan Agus Isro miropj itu , dan sekaligus mungkin bukti, adanya Narkoba dan jaringan arkoba yang kami intai selama ini.

Hernita Loekmanto [Mayor AKP]

SBY Membela Penjahat? Sikat saja!

Kami masih ingat dan ini ada kami cantumkan beberapa catatan sedikit saat SBY bertemu Jaguar th. 2000, ketika Jaguar dalam perjalanan ke Jakarta untuk menjumpai Gus Dur, dan beberapa catatan lainnya sedikit hingga ketika sehabis pelantikan nya sebagai Presiden RI.  Dan semua itu ada kaitannya dengan Jaguar. [ Mabes AL ].

Awal th. 2000 [Bulan,tgl, tak perlu kami cantumkan].

Bobby meidianto [ Hasan Madinah] dalam perjalanan ke Jakarta, Berhenti di Kebumen, di Bumi Tunjung Seta [ Makam/Petilasan Eyang Nawangwulan / Kanjeng Ratu Segara Kidul, Eyang Honggowongso  Kebejen  Kebumen, Eyang Bumidirjo Kebumen. Di sana sekitar 3 hari, bertemu dengan seorang Petinggi Negara, yg memberina Kartu nama, dan orang tersbut adalah: Susilo Bambang Yudhoyono, yg memintanya datang ke Puri Cikeas lain hari. Dan saat itu, dalam dialog yg tercatat dan dilaporkan Jaguar [Bobby Meidianto] kpd Jendral Dhenny Pokdja, adalah percakapan ttg situasi hankam & politik negara saat itu, Jaguar belum perkenalkan dirinya sbg agent Den HArin, namun telah keluarkan kata2 : KALAU KITA ITU PUNYA PANGKAT DAN JABATAN APALAGI SEBAGAI MILITER,  BUAT APA MAU JADI KACUNGNYA MEGAWATI? RASANYA KOK MASIH LEBIH BAIK, JADI BAWAHANNYA PAK HARTO? BANYAK KAN BAPAK2 DI TNI, YG MASIH PRO PAK HARTO, NAMUN BEKERJA BUKAN DEMI PAK HARTO, TAPI DEMI NEGARA? JADI SEKALIPUN PAK HARTO JATUH, BELIAU2 ITU MASIH TETAP TAK MAU JADI PENJILAT.

Dan Hal itu ditertawakan SBY. Namun pada tahun2 berikutnya, dia sebagai Kacungnya MEgawati, jadi bahan Ejekan oleh Megawati itu sendiri. Tapi Jaguar yg tahu itu, berikan surat2 ke Mabes TNI, dan berikan kata2 support dg perkataan, BIARKAN MEREKA ITU BILANG  KEPADA BAPAK [KATAKAN BAPAK ITU SPERTI ANAK2], TOH KAMI SEPERTI DALEM INI YG MANTAN PENGAWALNYA PAK HARTO, ATAU DARI KOPASUS GENK IJO, SEMUA SIKAP DAN KELALKUANNYA SEPERTI ANAK2 SEMUA, DAN PAK DHANI [JENDRAL MOERDHANI] SELALU MEMANGGIL KAMI DG SEBUTAN MY SWEET HEART.

LALU, SAAT PEMILU 2003, JAGUAR BERULANGKALI KIRIM KE SBY-MEDIA CENTER, SUPORT2NYA DAN KETIKA SETELAH PELANTIKAN , IA AGAK JENGKEL, DAN BILANG, BAHWA, DETASEMEN KHUSUS HARIMAU INDONESIA DI SAAT PAK HARTO MASIHBERKUASA, SELALU KONSEKWEN JALANKAN TUGAS SBG, ANTI KORUPSI, N ITU DIA SARANKAN KPD SBY UNTUKMEMBENTUK BADAN ANTI KORUPSI JUGA, DAN AKHIRNYA KPK MEMANG DI BENTUK OLEH SBY. NAMUN JAGUAR DAN JUGA JENDRAL DHENNY POKDJA BERIKAN WARNING, BILA SBY BERADA DLM POSISI BERSEBRANGAN BAIK UNTUK URUSAN POLITIK MAUPUN PRIBADI MAKA DEN HARIN, DAN JAGUAR AKAN MELAWAN, APAPUN RESIKONYA.

DAN KALAU SEKARANG SBY BERADA DI PIHAK SUBAGYO HS DAN ANAK2, YG KORUPTOR, PENGEDAR NARKOBA, YG KEBAL HUKUM ITU, DAN JUGA DI PIHAK ANAK2NYA YG JADI KONCONYA AGUS ISRO MIROJ ITU, YANG SAAT INI JADI KAPTEN , SEKALIGUS  MERANGKAP PREMAN BAJINGAN, MAKA KITA JUGA TAK SEGAN2 LAGI BUAT IKUT MELAKUKAN BOIKOT TOTAL.

SESKOAL.