Harimau, Macan, Kucing, Kucing Besar, Wild Animals, Den Harin Contacts Report.

From: Dhenny Pokdja < gmlnet.jkt@gmail.com >.

To: Bobby Meidianto < cruseq91@yahoo.com >.

Date : 07/06/2008 16:31.

Subject: Hey! Kau macan apa kucing? Bangun kau!

Bob, aku ini sdih lihat kau jadi loyo gitu. Aku tlah lama tahu kau sjak kau masih sekolah sampai saat ini. Ya, aku tahu sakit hati dan perasaan kcewamu karena Meutya itu takkan bisa hilang begitu saja, tapi, kuharapkan kau itu masih fit staminamu.

Nanti besok2 ini mungkin kan kau hadapi, lawan2mu langsung dan kau mungkin terbunuh kalau kau itu masih sperti saat ini. Bukan soal kau hidup atau kau mati itu nanti yg bikin aku malu, tapi kalau kau itu kalah dan mampus dg amat sangat konyol itu, benar2 bikin aku malu sekali.

Kau Harakiri karena bukan karena gagal saat lakukan tugas , tapi karena di permalukan Meutya Hafid, itu benar2 bikin aku ini, hampir saja stroke tahu? Aku selalu ajarkan kau itu, boleh mampus kalau gagal, tapi jangan mau cepat mampus dan malah bunuh diri yg tak ada gunanya itu.

Smangatmu sih boleh, tapi sayangnya itu tidak kami harapkan darimu ataupun dari kawan2mu di Detasemen ku. Habis semua nanti Harimau2ku kalian itu, kalau cara kalian, anak buahku pada gitu semua.

Sudahlah, kalau kau itu tak bisa jadi nikah lawan Meutya Hafid itu, Cynthia itu kan juga masih setia dan mau padamu. Juga nanti Anita, bahkan kalau perlu aku lamarkan itu putrinya Pak Koesmayadi, si Netty itu buatmu. Ia cukup cantik kan? Jangan bermimpi saja kau, bangun donk! Mau jadi Pendekar Kesiangan?

Aku bantu kau soal balas dendam, aku sudah omong kepada Suharyadi, biar kami yg tua2 ini, turun tangan sekali ini, untuk urusan pribadi kalian , Kau dan Meutya, Sebab, mungkin kalau tidak nanti terpaksa kau perang lawan saingan2 mu yg sinting itu.

Bagi kami sih tak ambil pusing dan kami bisa bilang ke Masyarakat, bahwa kau itu lagi apes saja, rebutan Jancuk lawan Jendral2 dan anak2nya, tapi kau di kenal sebagai anggota Den Harin, dan itu nanti bikin orang2 tanya2, apa kita ini siapkan makar atau apa?

Kemarin dulu senjata2 kita disita Mabes, kita masih diam saja tak kasih komentar, sebab kau bilang “Biar saja Pak, kita kan masih bisa pakai itu lagi sewaktu-waktu kalau memang perlu, anggap saja itu sumbangan buat Negara ini”.

Itu masih bisa aku hargai, namun kalau kau itu pilih di sakiti orang2 sinting itu, termasuk gadismu si Meutya Hafid itu, wah! aku ini tak bisa terima itu. Itu sama saja aku terima penghinaan mereka itu juga. Kau Paham kan? Kau itu Macan Apa Kucing? Kau sudah siap benar lawan saingan2mu? Jangan sampai kau kena hajar mereka.

Malu aku, kau yg mampu kalahkan banyak musuh di Timor Timur, lalu takluk lawan Meutya Hafid dan saingan2mu yg banci dan pengecut itu. Aku ini lulusan KKO tak pernah mau aku tunduk lawan MUSUH , apalagi wanita dan banci.

Udah, tak usah kawatir, dan aku mau tanya gimana tuh anak2mu keadaannya, dan juga apa kau sudah mulai melukis lagi? Itu bagus, aku harapkan kau konsentrasi ke situ saja.

Tak usah pikirkan lagi Meutya Hafid itu, dan biar sekalipun dia mampuspun jangan kau sesali itu. Orang bilang kita kejam, biar saja, kau tahu?

Kau itu sudah hampir mampus Harakiri, dia yang sudah kita kasih tahu tetap tak mau datangi kau juga, dan bahkan info tentang keluargamu pun tak dia hiraukan dan aku dengar dari kawan2 kau Kopral Indonesia di Lebak bulus, mereka bilang, Isro itu obral cerita kalau kau itu bajingan yg akan menipu Meutya sebenarnya, juga kemungkinan anggota kelompok teroris Imam Samodra yang di cari itu, juga Meutya itu tahu sudah nomor telepon ayahmu dan kantor ayahmu tapi tak mau telepon dan tanyakan dirimu , karena takut atau tak percaya? Itu Cuma alasan saja dari sundal lonte,itu.

Aku ini bukan sentimen sama kau, tapi, aku kasihan lihat kau diperlakukan seperi itu. Lain kali kalau masih saja kau begitu, kusuruh Cynthiamu itu seret kau ke tempatku sini dan langsung aku ijabkan kau itu dengannya, dan kalau kau tak mau, aku ikat kau dan sandera kau sampai kau mau.

Dhenny Pokdja.

Nb:

Jangan kau protes, perintah embargo & boikot untuk Meutya dan saingan2mu itu. Biar kami yg urusin itu, bersama Suharyadi dan Marjanto itu.

Jawaban :

From: Bobby Meidianto cruseq91@yahoo.com

To: General Dhenny gmlnet.jkt@gmail.com

Date : 07/06/2008 18:45.

Subject: Re: Hey! Kau macan apa kucing? Bangun kau! <ANSWER>.

Salam Pak Dhenny,

Dalem mengerti yg Bapak harapkan, dan memang benar sperti yg Bapak katakan, Dalem ini payah sekali. Namun Dalem skarang, akan mulai lagi hidup Dalem yg baru, entah dg cara apa n bagaimana, Dalem paham, tak perlu lagi Dalem harapkan dia, Meutya itu, jika memang dalem ini tak ia inginkan sungguhan, Dalem paham itu.

Yah Dalem masih harapkan ia itu jadi istri Dalem benar2 namun, sepertinya kita khususnya dalem ini masih, harus lawan , itu kekuatan iblis yg spertinya belum berhenti, mencoba hancurkan Dalem dan kita itu ya? Mereka masih anggap mereka itu orang yg baik, alim dan taat, walaupun sebenarnya mereka itu sebusuk, bangkai, di campur kotoran, dan bahkan lebih bau dari dubur anjing mencret sekalipun.

Mereka katakan Dalem ini bajingan hidung belang dan hanya ingin menipu Meutya dan menginginkan Memeknya itu saja, untuk bayaran hutang nyawanya pada kita, padahal mereka sndirilah bajingannya, yg penzina, dan suka sekali memek wanita comberan n sampah, apalagi memeknya Meutya itu. Dan dalem ini memang kemungkinan besar hanya dapat bagian sisanya, yg mungkin sudah mulai membusuk. Bila dalem dapatkan Meutya Hafid itu.

Namun, Dalem ini telah pernah katakan dalam surat2 Dalem padanya, bahwa, Dalem akan terima dirinya [Meutya] itu, apa adanya, bagaimanapun keadaan dirinya, dan sifat2nya dan mungkin juga entah dia itu cantik, jelek, pelit, ataukah dia itu boros, ataukah juga pemarah, normal, ataukah cacat, ataukah ia itu udah bekas banyak orang.

Namun bukan berarti Dalem mau ia permainkan. Sebab kalau ia berniat jelek pun maksudnya mau menipu Dalem, maka dari jauhpun Dalem sudah dapat mencium baunya dan menduga gelagatnya itu. Jadi kalau seprti itu, Dalem tak perlu lagi, rasanya mau menerima dirinya. Panji anak Dalem protes, lantaran, Dalem selama ini Cuma mikirkan orang lain, dan jarang memikirkan dirinya dan adiknya.

Jadi saat ini, kalau bisa Dalem ini mulai carikan jalan untuk anak2 Dalem dengan lebih seritus, soal Meutya, terserah dia, dan Dalem pikir, kalaupun dia benar2 sudah insyaf nanti, itu bisa sambil lalu kami atur, untuk diri Dalem dan dirinya.

Soal saingan2 Dalem khususnya Isro kenthir itu, atau yg lainnya, tak perlu Bapak Kawatir, terhadap keselamatan Dalem, kalau pun mereka berani celakai Dalem, langsung ataupun suruhan orang lain, Insya Allah mereka akan kecelik nanti.

Tarungpun belum tentu mereka menang lawan Dalem, masih ditambah mereka saat ini sedang di balas g serangan gaib pula, oleh kawan2 kita di Kopral Indonesia, adu tenaga dalam, dan kesaktian.

Kami juga sudah tahu, siapa paranormal2 yg jadi andalan mereka itu. Termasuk yg berbadan gemuk seperti babi itu. Biar mereka main2 lawan teman2 Kopral saja kalau soal itu, tinggal, masih hidup ataukah mampus mereka itu nanti, baru atau masih akan berhadapan melawan Dalem.

Sebenarnya Dalem tak suka, sprti ini, mreka pasti akan bilang kalo, Dalem ini curang, namun mereka tidak tahu, bahwa mereka itu jadi punya persoalan dan jadi lawan Kopral karena telah mencelakai Dalem. Jadi Dalem baca dari, soal boikot itu, Dalem takkan menghalanginya. Hitung2 ini kisah Prabu Rama yg ingin tahu sbatas mana kesetiaan Dewi Sinta.

Tinggal Meutya saja kan? Dia akan selamat ataukah mampus, itu tinggal kesetiaan hatinya padaku itu saja, namun jika dia itu berdusta, juga takkan bisa lepas dari hukuman Tuhan juga kan ? Dalem tak mau repot pikirkan hal itu. Dalem ini sudah lama, punya nama buruk.

Jadi tak perlu lagi, pikirkan nama baik, namun bagi dirinya lain. Hancur atau tidak dia, semua tergantung dirinya sendiri. Makasih Bapak, Dalem susahpun Bapak tak pernah meninggalkan Dalem. Smoga Tuhan selalu melindungi pula Bapak sekeluarga.

Hormat kami,

Bobby Meidianto

“JAGUAR”

%d bloggers like this: