HAJJAH BENAR ATAU BUKAN SIH?

Dari kemarin dulu, aku ikut baca weblog ini, dan mau ikutan isi namun, aku bingung juga. Kebanyakan kok isinya itu Meutya Hafid dan Mas Bobby saja? Tak apa sih tapi lucu juga nih blognya. Mas Arifin saja yang bikin apa benar banyak lainnya sih? Tapi kalau hanya sendirian kok, aku juga diajak ikutan isi dan ini paswordnya aku masih pakai yang kemarin. Bagus juga ya, kelakuan mereka itu?. Aku ini masih saja heran kok. Jaman sekarang ini banyak orang yang sinting itu apa benar jaman edan atau bukan, tapi aku ingat jawaban Mas Bobby dulu itu bilang, belum tentu.

Hanya karena kita ini terpengaruh kata-kata ramalan saja jadi begini, soalnya sekarang ini tak ada kontrol sosial di negara kita, hampir semua orang itu, bebas njeplak cocotnya. Lain jamannya Pak Harto, dan sebenarnya kalau kita mau yang bagus ya, yang saat itu saja kita terapkan untuk pribadi kita masing-masing.

Saking anyelnya Mas Boby itupun jadi sering mengumpat sebab banyaknya orang-orang sinting yang sok pinter saat ini. La wong urusan negara itu kan sudah ada yang ngurusin yaitu pemerintah dan sebenarnya kita-kita ini termasuk mas Bobby itu, kan kalaupun terjun dalam urusan pemerintahan atau negara itu kan sebab darma bakti bagi bangsa dan negara, bukan sebagai aparat pemerintah yan seharusnya bertanggungjawab penuh.

Kok orang-orang Solo itu banyak yang kalau ketemu Mas Bobby itu, ngomong hal-hal yang tidak karuan katanya biar Mas Bobby dengar karena dia suka nguping dan biar dia nanti yang ngatur. Itu jelas lulusan RSJ kan? Sarap dan miring otaknya.

Piye coba, lihat mas Bobby mau lewat saja mereka lalu gerakkan kakinya seperti nendang-nendang, katanya nanti biar ada acara bal-balan [sepakbola], tapi juga Mas Bobby itu di bilang suka see foot katanya. Mending kalau Mas Bobby tidak pas lagi jengkel, kalau pas jengkel langsung oleh Mas Bobby itu pasti orang itu di umpati langsung.

Tapi Mas Boby sejak pulang dari Jakarta Nopember tahun lalu itu, dia jadi lebih sering diam ya? Tak banyak umpati orang lagi. Tapi orang Solo sekarang juga yang gangguin Mas Bobby jadi banyak berkurang, terutama setelah Yakub Pajang di hajar Mas Bobby dan Mas Bobby yang di siram Air mendidih oleh Yakub Pajang hanya luka bakar sedikit di bagian krah leher itu.

Lalu soal Meutya HAfid itu gimana sih? kok sikap dan kelakuannya itu tidak mencerminkan dirinya sebagai orang yang alim dan taat gitu? Kan katanya pernah naik haji dan jadi Hajjah? Kok jadi Perex dan malah jadi pecandu narkoa juga? Itu malah mungkin sudah jadi lonte sungguhan , menurutku kalau ia itu seperti itu.

Maaf Mas Bobby, aku bukannya tidak setuju, namun aku ini juga, tidak senang kalau Mas Bobby itu dapat wanita seperti itu. Dan Benar seperti yang mas bilang itu, mereka-mereka di Metro TV, teman-temannya Meutya Hafid yang laki-laki termasuk satpam dan Agus ISro Miroj itu, juga mau tempiknya Meutya saja kok, blagak alim.

Itu mereka pasti lebih takut Mas BObby jadi ama Meutya, sebab nantinya mereka tak bisa ikut cicipi lagi tempiknya Meutya itu, lain kalau Isro Miroj yang jadian ama Meutya, di ombeni sampai Mabok lalu Meutya digilir mereka, dan si Isro itu masih teler, lumayan kan pikir mereka itu pasti.

Akal bulus macam itu kuno . Orang lain takkan bisa mengira, biarpun Isro itu anak Jendral, namun bisa jual Meutya itu, jadi germonya, cuma di bayar berapa juta gitu saja , asal boleh kenthuin si Meutya Hafid itu, pastilah Isro itu mau. Opo basane Indonesia kenthu itu? Ngentot?

Daripada gitu kalau aku ini si Meuya Hafid itu, malah ngentot ama Mas Bobby saja kalau Mas Boby itu mau, kan malah asyik. Jadi suaminya pun , Mas Bobby itu, ca’em kok. Orangnya slow banget sbenarnya. Biarpun kalau ama penjahat atau musuh mungkin tak pikir panjang kalau ingin bunuhi mereka.

Tapi kok, kalau ngamen, lihat anak kecil, mau dia itu ajakin becanda anak-anak balita itu, lalu kalau lihat anjing, juga mau ajakin bercanda dan elus-elus itu, ahu tidak sobat? di dekat rumahku ada anjing rottweler yang besar dan tampangnya sangar banget, kalau lihat Mas Bobby ngamen di situ, dia menggonggong dan langsung nempel di pintu pagar dan minta di elus-elus Mas Bobby. Dan tidak menggigit mas Bobby itu, malah manja sekali seperti anak kecil.

Mas Bobby, nanti kalau jadi nikah sama Meutya itu resmi, aku kira, itu benar-benar dia itu, tulus benar mencintai Mas Bobby namun, aku masih kawatir kalau dia itu benar-benar cewek murahan yang tidak pantas Mas hargai, atau nikahi.

Tapi itu terserah Mas BObby sendiri lah kami cuma kasih pertimbangan, soalnya kalau Mas Bobby dapat cewek rusak dan dia itu masih keras kepala dan besar kepala serta nyakiti hati mas Bobby terus, kami juga jadi ikut malu kan?

Karena ikut ngombyongi,dan comblangi mas Bobby jadian ama Meutya.

Sekian.

Prakoso, Stimik.

%d bloggers like this: