AYO KITA PELIHARA LINGKUNGAN ALAM KITA.

( CINTAI ALAM SEKITAR, ATASI GLOBAL WARMING ).

Beberapa waktu lalu Bobby Meidianto Hasan Madinah kita sudah membuat sebuah surat yang kami sebarkan seluruh penjuru dunia, yah, tentunya sebatas kemapuan kami saja, namun banyak tokoh2 beken dunia, kami ajak untuk ikut serta pula memperhatikan masalah yang lagi ngetren soal alam. Apa saja itu silakan simak di bawah ini. Sayang dari Green Peace kami sulit sekali mendapatkan aksesnya namun kami senang karena mereka ke Indonesia setelah mendapat pemberitahuan dari lain channel.


*************************************************************************************************************
Mengulang surat kami yang lalu tentang adanya resiko ancaman bahaya bagi kita semua 5 milyard umat manusia sedunia yang mungkin akan segera terjadi dalam beberapa puluh tahun yang akan datang sebagai akibat adanya penipisan ( lubang ) ozone, pencairan es di Kutub utara maupun Kutub Selatan, juga kemungkinan terjadinya gempa2 yang semuanya itu akan memusnahkan kehidupan umat manusia di bumi ini. Setidaknya akan menimbulkan banyaknya korban jiwa yang tidak akan dapat kita atasi apabila tidak kita upayakan antisipasinya sejak saat ini.


Sebagai gambarannya maka, saya katakan ulas sedikit : Karena adanya penipisan ozone, persediaan oksigen makin menipis, sementara produksi CO2 terus meningkat tiap tahun, es Kutub meleleh, udara semakin panas, kekeringan melanda, oksigen semakin habis. Tanpa oksigen gravitasi berkurang tekanan udara berkurang, bila kita diruang hampa udara tanpa pakaian austronout, maka tubuh kita akan meledak.


Pertanyaannya : dapatkah USA dan Rusia yang saat ini punya tehnologi lebih canggih menyediakan pakaian austronout sebanyak 5 milyard, dan cadangan oksigen serta makanan dan tempat perlindungan bagi 5 milyard penduduk dunia ini ? I think , CAN NOT.


Oleh sebab itu sekali lagi dalam surat saya ini, saya Bobby Meidianto ( Hasan Madinah ) Mengajak kepada Masyarakat Dunia untuk segera berbuat upaya antisipasi seperti yang saya tulis dalam surat ini dan surat kami yang lalu. Dibawah ini sebagian mengulang dengan beberapa hal yang perlu disempurnakan.

Segera membuat upaya untuk mendinginkan temperatur bumi (udara,daratan, dan lautan) dan mengurangi pencairan es dengan membuat pulau pulau es dalam jumlah besar dan skala besar secara seimbang di seluruh dunia khususnya di wilayah Kutub Utara maupun Kutub Selatan. Penyederhanaan cara ini adalah dengan menimbun (membuang ) puluhan ribu ton es ke lautan di Antartika, dan daratan yang kering dan tandus. Sedikitnya seluas wilayah es yang hilang, bahkan kalau perlu sampai 2 x luasnya.

Cara nomer 1 diatas dapat ditunjang dengan membuat mesin pendingin air berukuran sedang (raksasa bila dibanding dengan dispencer) dalam jumlah puluhan ribu dan ditempatkan di sepanjang pantai di seluruh dunia. Hal ini dapat bermanfaat besar.

Membuat oksigen sendiri dari air tawar dan membuangnya ke udara. Untuk lebih menghemat waktu dan biaya, maka usulan kami tentang oksigen cair seperti dalam surat yang lalu dapat lebih disederhanakan hanya untuk mempermudah pengukuran, yaitu: misalnya, bila 1 unit instalasi elektrolisa air, dapat menghasilkan oksigen cair 1 tangki berukuran 100.000 liter dalam waktu satu bulan maka untuk mempercepatnya dapat dibuat puluhan unit instalasi , dan hasil oksigennya tidak perlu dibuatkan tangki penyimpanan sementara melainkan langsung dihubungkan ke udara bebas.

Bahkan hal ini dapat dibuat dan dipergunakan seluruh negara2 didunia ini hanya saja semuanya harus dalam pengontrolan yang cermat dan ketat dari NASA. Sebab kelebihan juga tidak baik. Yang penting amati apakah lubang ozone ada perubahan (mulai menutup kembali atau tidak). Kalau masih belum maka perbanyak lagi instalasi yang ada. Entah berapa tahun dapat normal kembali yang penting terlaksana dan aman. Setelah normal, hentikan , operasikan lagi sesekali untuk mengkontrol kondisi atau bila keadaan rawan terjadi.

Hal tersebut nomer 3 dan 4 tidak akan dapat optimal selama : produksi CO2 masih terus berlangsung dan aktivitas pembakaran yang ada masih terus berlangsung dan meningkat, serta tidak adanya upaya reboisasi (penghijauan). Untuk itu ada beberapa usulan yang dapat dipergunakan :

Tunda semua atau stop semua peluncuran pesawat antariksa bila anda tidak punya cadangan oksigen cair sedikitnya sejumlah volume bahan bakar cair maupun padat yang dipakai pesawat tersebut untuk meluncur ke angkasa.

Membuat,memproduksi dan memakai alat2 rumah tangga yang memakai tehnologi elektronik, misalnya microwave, rice cooker, kompor listrik dlsb, juga demikian halnya untuk alat transportasi dan mesin2 industri. Sebanyak mungkin asal harganya sepertiga dari harga saat ini dan pemakaian listriknya juga lebih hemat pasti masyarakat mau memakainya.

Atas point b diatas maka sebaiknya pemerintah juga memberlakukan : larangan bagi semua kendaraan bermesin yang menggunakan bahan bakar minyak mulai saat ini, dan mewajibkan produsen kendaraan bermesin untuk mengganti produksinya dengan kendaraan2 bermesin elektronik (misalnya dengan tenaga magnetik dan tenaga surya ).

Semua Pabrik Industri yang ada di seluruh dunia wajib mengurangi jam kerjanya beberapa jam per hari, sebelum ia memiliki dan memakai pendingin mesin dan cerobong asap dan penyaring udara terhadap gas kotor CO2 hasil buangan pabriknya. Atau dengan sistim sehari masuk kerja sehari tidak.

Sementara point a,b,c, dan d di atas belum optimal pelaksanaannya maka berlakukan juga batasan operasional jam yang diperbolehkan memakai kendaraan pribadi per hari misalnya hanya 6 jam per hari antara pukul 08.00 hingga pukul 14.00 ( Jam Kerja ). Point a sampai e ini untuk memberi kesempatan tanaman / pepohonan yang ada mencernakan dan membersihkan karbon dioksida yang kita produksi.

Segera membuat mesin penyaring udara untuk Out Door.Semacam AC yang berukuran besar. ( lihat : saving the earthII ) Mesin yang saya katakan ini agak berbeda dengan AC yang kita pakai dalam ruangan. Prinsipnya hanyalah menyedot udara kotor, menyaringnya dan mengeluarkannya lagi tanpa perlu proses pendinginan dengan zat freon yang sering membuat pedih di mata bila tercampur asap. Hanya di sini dilengkapi dengan Karbon aktif yang menyerap gas2 beracun dan mungkin semacam pemecah karbon dioksida.

Melaksanakan penghijauan besar-besaran di seluruh dunia di semua tempat, dimana ada tanah kosong walau hanya 1 meter persegi. Di desa, di kota, di pegunungan, di puncak gunung, di pantai, padang rumput, padang pasir, diperumahan, maupun pekarangan pabrik, pematang2 sawah atau ladang gandum, dengan segala jenis tanaman yang dapat tumbuh besar dan rindang dalam waktu relatif singkat. Diantara yang kami sarankan : tanaman singkong/ubi kayu, pohon pisang, pohon bamboo, pohon teh-tehan, juga termasuk penting juga pohon beringin yang dapat tumbuh besar dan kuat bahkan hingga ratusan tahun. D Indonesia, di DKI Jakarta, Tangerang Bogor, Bandung dan wilayah2 lain di seluruh Jawa Barat, jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT luas tanah kosong demikian itu bila dikumpulkan luasnya mencapai ribuan hektar. Tinggal kita mau atau tidak menanaminya. Lupakan pohon Jati, sebab lebih baik pohon Mahoni (mahogany) yang dapat tumbuh rindang dan besar serta kuat dalam waktu beberapa tahun daripada pohon Jati yang sekali waktu rontok daunnya serta lambat pertumbuhannya. Di wilayah NTB semua tanaman di atas dapat tumbuh diwilayah pantai ( 100 meter dari pinggir pantai/laut). Juga disela-sela pohon di hutanpun dapat dimanfaatkan tanpa menebang pohon2 besar disitu.

Pembuatan sumur2 peresapan sebanyak mungkin di semua wilayah kelurahan , kecamatan, kabupaten dan kotamadya, di areal persawahan, di tiap petak sawah dan ladang, dipinggir sungai di areal tanah savana, tanah tandus, padang gersang , gurun pasir (desert), sedalam 5 sampai 8 meter sedang diameter sesuai selera seperti halnya kita membuat lanscape untuk padang golf. Fungsinya memenuhi kebutuhan air tanah dan memeliharanya, menjaga dari kekeringan, juga mendinginkan tanah, dan memadatkan tanah dibawahnya hingga lebih padat dan stabil (bisa sampai berkilo meter didalam tanah). Diareal sawah yang masih digarap maupun perkebunanpun bisa dibikin, dan tanah diatasnya yang dikerjakan atau dipakai untuk pertanianpun tidak rusak. Tinggal tehniknya saja.

Mengurangi sebanyak mungkin dan bahkan menyetop produksi / ekplorasi minyak bumi di saat mendatang sehubungan dengan analisa saya tentang hubungan penambangan minyak bumi dan terjadinya gempa bumi tektonik. Juga hubungannya dengan adanya perusakan ozone akibat pemakaian bahan bakar minyak.

Membuat mesin daur ulang sampah dan menggunakannya di tiap kota dan kabupaten, khususnya untuk produksi biogas yang kami sarankan juga untuk alternatif sumber energy menggantikan, bahan bakar minyak, juga menambah listrik bagi masyarakat dlsb.

Amat sangat perlu bagi kita dan khususnya negara-negara yang memiliki instalasi nuklir baik itu untuk tujuan riset maupun untuk memproduksi senjata pemusnah, serta percobaan-percobaannya,  agar mengurangi dan atau menghentikan kegiatan tersebut, sebelum kita dapat menemukan cara untuk mengatasi ledakan dan kebocorannya juga limbahnya. Saat ini kita baru dapat menyimpan limbahnya saja, dan belum bisa menetralkannya. Semua itu masih belum cukup.



Apabila hal2 tersebut di atas dapat kita mulai sekarang maka dalam waktu bberapa tahun lagi harapan bagi kita untuk selamat makinlah besar, walau terus terang saat ini kita menginjak separo dari garis kuning sebelum kita masuk garis merah dimana kita sudah hampir tak punya harapan lagi untuk mendapatkan keajaiban atau harapan selamat. Saat itu sudah terlambat bagi kita semua untuk berupaya. Dan terus terang saja, puluhan tahun yang saya katakan itu hanya waktu yang sebentar bagi kita. Tinggal pilihan kita : MAU atau TIDAK MAU. WE HAVE NO CHOICE !!!. Seperti halnya kereta api, kita masih punya kesempatan untuk memindahkan jalurnya.








Saat ini pusatkan sebagian besar perhatian kita untuk memperbaiki situasi, tidak perlu segala macam riset lagi yang menghabiskan banyak biaya dan waktu kita, tapi gunakanlah hasil2 riset yang telah ada. Mengurusi energi nuklir saja kita telah mampu, apakah memakai hasil riset kita yang lain dan memproduksi alat2 yang kami tulis dalam surat ini yang seribu kali lebih mudah, kita tidak mampu ?


Di tulis ulang oleh:

Arifin Annas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: