Kenaikan Harga BBM saat ini, Perlukah?

Sekadar, obrolan iseng tak ada manfaatnya, tapi kalau mau ikutan unjuk rasa juga percuma, biar treak2 ampe berbusa orasi di depan Istana Negara, malah sampai ikutan bonyok muka kena pukul kalau pada bentrok, jadi kita kirim surat ini aja ke Mas Bobby Cs di Solo, sekaligus minta tolong agar di muat di rubrik blogs nya.

Para pembaca mungkin tak pernah kira bahwa setelah hampir lima tahun ini kita di pimpin  oleh Presiden SBY, rasanya ko’ sama saja dengan saat di pimpin Megawati ya?.

Soal BBM masih saja jadi permasalahan pokok bagi kita rakyat kecil. Dan kita juga akhirnya tahu kalo, SBY tuh tak pikirkan nasib rakyat kecil benaran. Mulai dari soal Lumpur Panas Lapindo 2006 lalu yang juga tak mampu ia atasi, dan juga banyaknya hal2 mengenai keuangan negara dan ekuin serta masalah2 inestor asing dan masalah BBM yang bukannya bikin baik namun malah bikin runyam itu menunjukkan bahwa SBY sebagai Presiden TIDAK BECUS MEMIMPIN dan MEMANAGE Pemerintahannya.

Bukan apa2 kan kalo kita katakan aneh, apapun alasannya yang ia dan para menterinya kemukakan serta juga DPR/MPR katakan, bukankah sejak awal kita dari Kopral Indonesia secara pribadi sudah berulangkali kasih solusi untuk menurunkan harga BBM malahan. Dan itu kan juga sejak pertengahan 2006 lalu, dan kami pun masih ingat bahwa Mas Boby sampai pula tak mau lagi kirim2 surat ke SBY dan tak mau lagi urusin negara sejak permohonannya untuk menutup lubang semburan lumpur itu tidak di gubris oleh SBY dan malah terima surat2 hinaan dan ejekan dari SBY / Agus Harimurti anaknya itu.

Kan aneh, bahwa beberapa minggu lalu hampir secara bersamaan, baik Pak Kwik Kian Gie dan juga Mas Bobby sama2 mengeluarkan  pernyataan, bahwa harga BBM sebenarnya sudah tidak di perlukan naik lagi setidaknya hingga pertengahan tahun 2009 yad. Sekalipun harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Kami rasa tidak perlu kami cantumkan disini apa saja alasan Beliau berdua keluarkan pernyataan itu, namun yang jelas, keduanya tidak punya perjanjian, dan juga tidak saling mencontek, dan mengenai hal itu kami yakin sebab secara terpisah jauh Jakarta-Solo, juga pernyataan Pak Kwik Kian Gie itu tidak di lontarkan kepada umum atau di muat di Mass Media. Namun juga yang paling menarik adalah, keduanya mengatakan bahwa harga BBM untuk Indonesia kepada Umum, atau Masyarakat bisa di tekan atau bahkan di TURUN kan  hingga 23% sd 33,2% dari harga sebelum kenaikan saat ini, kalau pemerintah itu mau.

Namun saudara2 tentunya tahu kenyataannya bahwa, saat ini malah pemerintah secara terbuka menaikkan harga yang relatif hampir tak terjangkau oleh masyarakat.

Apa para pengelola Perminyakan tidak memahami hal itu? kami yakin bahwa mereka itu tentunya tahu, namun sejak awal seperti yang dikatakan oleh MAs Bobby dan Pak Kwik itu, adalah semacam mal praktek atau kesalahan diagnosis dari sistem perekonomian dan ekspor impor serta perputaran uang di negara kita.

Hal itulah yang membuat kita seakan benar2 terjepit bila di hubungan dengan adanya kenaikan harga BBM di Tingkat dunia.

Persoalan ini benar atau salah wallahu alam, namun kami yakin bahwa, kalau benar2 mau berpikir, pasti akan ketemu juga dan mengerti juga. Kan aneh, dalam situasi seperti saat ini koq ada orang yang berani mengeluarkan pernyataan seperti Pak Kwik dan Mas Bobby itu kalau tidak benar?

Syarif Amarullah, Panarukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: