May 31, 2008
Merahnya Asmara Birunya Cinta.
Posted by blogscafe under Uncategorized | Tags: Asmara, Cerbung, Cerpen, cina, cinta, curhat, greting, lagu, Love, novel, NYANYIAN, RINDU, setia kawan, titip salam |No Comments
Seperti apa sih kalau Mas Bobby “Jaguar” itu jatuh cinta? Kami kira hal itu bisa kita lihat dari lagu2 yg ia nyanyikan pas Mas Bobby itu lagi ngamen. Mari kita lihat sbagian dari lagu2 ini, yg hanya kutipannya saja, dan itupun kami dapat dari rekan2 di Solo, dan Bandung , dan mnurut Rekan kita si Pretty Girl di BNN [alias Cynthia], yg sring duet karaoke ama Mas Bobby itu.
Ingin aku membencimu namun diriku tak mampu sakit di hatiku, luka di jantung ku tertusuk cintamu.
Teganya hatimu sayang, kau pergi bersama ia, bukan karna cinta tapi karna aku orang tak punya.
********************************************************************************************************
Tapi janji, tinggal janji, bulan madu hanya mimpi, tapi janji, tinggal janji di bibirmu ……..[yang memble].
*********************************************************************************************************
Janganlah-jangan lagi, kau ketuk pintu rumahmu ini, bila kau hanya datang, dan cepat pergi lagi, untuk apa kau ingin bersanding denganku, bila hati dan cintamu bukan untuk diriku.
Jangan samakan diriku, bagai secawan anggur, bila habis dalam gelasmu dapat kau tuang lagi, jangan samakan diriku dengan burung disana, bila suka dapat kau beli, sudah jemu kau lepas.
********************************************************************************************************
Bunda, masih adakah lagi tikar, merah, ingin ku gelar, untuk sekear melepaskan tidurku, Bunda, masih ingatkah engkau kepadaku, aku rindu dan kesepian malam ini.
************************************************************************************************************
Ku mencintaimu lebih dari apapun meskipun tiada satu orangpun yang tahu. Kumencintaimu sedalam-dalam hati, meskipun engkau hanya kekasih gelapku.
Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku, yang ku cari slama ini dalam hidupku, dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku yang panjang dalam hidupku.
********************************************************************************************************
Masih disini menantimu mengharap dirimu memikirkanku, masih disini menunggumu, mengharap cintaku akan kembali. Masih disini menantimu mengharap cinta kita kan bersatu, masih disini menunggumu mengharap dirimu kembali……..untukku.
*********************************************************************************************************
Tak tahan lagi, ingin ku bertemu, berjuta rasa ingin ku hapus, slama kau pergi, tak ada lagi teman dalam sepiku. Bulan mendekap wajah yang muram, serpihan rindu ingin ku hapus, sepiku hilang saat kau datang menepis semua gundah.
Andaikan engkau di sisi aku, pernahkah engkau mrasakan rindu.
********************************************************************************************************
Hati menangis namun bibir tersenyum berjuta rasa rindu di hati, hanya kepadamu hanya pada dirimu ku temui kedamaian hati. Duduk bersimpuh sujud aku meminta, Tuhan biarkan dia milikku, satukanlah kami dalam cinta yang tulus, sepanjang jalan kehidupanku. [ Rahmat Kartolo ]
************************************************************************************************************
Ijinkanlah ku kecup keningmu, bukan hanya ada di dalam mimpi. Esok pagi kau buka Jendela, kan kau dapati seikat kembang merah. Dst.
********************************************************************************************************
Cintamu cinta apa, rindumu rindu apa, sayang mu sayang apa,kau membagi cinta.
[Udah lain kali kita sambung lagi, kalau di tulis semua 500 halaman kagak kelar]. Munawar, Sogo, Jaksel.
May 21, 2008
Nyanyian Berbagi Derita
Posted by blogscafe under Uncategorized | Tags: Asmara, Cerpen, curhat, kisah hidup, Kisah Nyata, kisah sedih, melodrama, naskah drama, renungan religi, Uncategorized |No Comments
Juli 2003,
Sumaryanto, jalan2 di Taman Hiburan Sriwedari. Lagit cerah walaupun habis hujan gerimis. Capek lihat2 cewek, dan nonton hiburan di Joglo Sriwedari, ia lalu berjalan keluar.
Tanpa sengaja matanya melihat seseorang yang sedang duduk di emperan Bank Perkreditan Rakyat Sriwedari, di pinggir jalan Slamet Riyadi. Hatinya senang, “Wah! ada teman ngobrol nih!”
Orang itu, seorang Pengamen gelandangan , berjaket hijau tua berbentuk mirip jubah. Ia tampak menyandarkan gitarnya. Rambutnya sedikit panjang namun ia kucir. tampaknya ia baru saja datang. Ia memang biasa istirahat disitu kalau malam tiba saat itu.
“Hey Mas Bob, baru datang?” tanya Sumaryanto. Di jawab “iya”.
Selang beberapa saat kemudian keduanya asyik mengobrol.
Namun tiba2 Bobby tertegun dan diam. Sumaryanto heran. “ada apa Mas? koq diam?”
Bobby tak menyahut hanya pandangannya tajam melihat ke seberang jalan. Di sana tampak seorang wanita, gelandangan juga tampaknya, menggendong seorang anak dan masih ada lagi seorang anaknya yang lebih besar, seusia Taman kanak2.
“Kamu lihat itu? Ini sudah jam dua belas malam tapi mereka masih saja mencari nafkah, tanpa kenal lelah. Lihat, mereka tidak mengemis, tapi mengumpulkan sampah”. Kata Bobby. Sumaryanto mengiyakan dan ikut pula memperhatikan wanita itu. Dalam hatinya ia mengerti maksud perkataan Bobby. memang amat mengharukan bila kita tahu bagaimana orang lain banyak yang lebih susah daripada kita namun kita tak bisa menolongnya.
Entah apa yang dipikirkan Bobby, ia lalu mengambil gitarnya lalu memetiknya dan bernyanyi. Lagu yang ia nyanyikan adalah lagunya Ebiet G. Ade, namun Sumaryanto belum pernah mendengarnya.
Tapi lagu itu lain kali ia minta syair dan liriknya sekalian dan ia buat tulisan ini.
Istriku marilah kita tidur, hari telah larut malam
lagi sehari kita lewati, sementara nasib kian tak pasti
lihatlah anak kita tertidur menahankan lapar
Erat memeluk bantal dingin pinggiran jalan
Wajahnya kurus pucat matanya dalam
istriku marilah kita berdoa sementara biarkan lapar terlupa
seperti yang pernah ibu ajarkan Tuhan bagi siapa saja
meskipun kita pengemis pinggiran jalan
doa kitapun pasti Ia dengarkan, bila kita pasrah diri tawakal.
Esok hari, perjalanan kita masih sangatlah panjang
mari tidurlah lupakan sejenak beban derita lepaskan
la..la…la..la… dengarkanlah nyanyi dari seberang jalan
la..la…la…la.. usah kau tangisi hidup kita hari nanti
Tuhan selamatkanlah istri dan anakku dari iri dan dengki
kepada yang berkuasa dan senang ditengah kelaparan
oh hindarkanlah mereka dari iri dan dengki
kuatkanlah jiwa mereka bimbinglah di jalanmu
bimbinglah di jalanmu.
(maaf kalau syairnya ada kekurangan soalnya tidak tahu sih)
lagu di atas sering dinyanyikan Mas Bobby “Jaguar” bila mengamen.
posting by: Sumaryanto Pemda Solo.
